Senin, 18 April 2011

Ibu

Ibu...
Kemilau peluh bersinar di wajah berbinar
Tak terpancar letih,
Engkau jaga pelita agar tetap bercahaya..

Ibu
Bila semua udara bernama cinta
dan bisa ku persembahkan untuk mu,
itu tentu belum cukup
dan tak kan pernah cukup
untuk membalas semua kasihmu
yang mengalir di nadi & jalan ku

Sayangku untukmu Ibu..
Mungkin tak seluas ladang cinta yang kau semai..
mungkin tak sedalam kesabaran yang kau tanam..
mungkin tak sebesar harap yang kau simpan..

Sayangku untukmu ibu..
hanya mampu tercurah lewat butir doa dalam sujudku..
tercurah lewat kesungguhan penuhi harapanmu..
terkumpul alam gumpalan keinginan cepat kembali tunaikan bakti..

Untuk Ibu yangselalu memberi kedamaian..
semoga engkau bahagia selalu,
Semoga aku dapat membahagiakanmu....

Rabu, 06 April 2011

Aku Muak!!


Aku bahkan tak tahu entah sejak kapan ini ku mulai, 

tiba-tiba kehidupan terasa begitu menyesakkan,
semua rutinitas ku berubah,
aq merasa malas,
sangat malas bahkan hanya untuk sekedar membuka mata.
seminggu ini, hanya sekali aku datang di perkuliahan.
Kemana aku di hari-hari lainnya??
sebenarnya ada apa, aku ini kenapa??
Rasanya  segalanya salah. aku muak!
kehidupan terasa menghimpitku begitu sesak,
udara terasa tak bisa ku hirup dengan bebas,
tiap hari kurasakan ada sesuatu yang begitu mengusik,
aku tak bisa berfikir.
dunia terasa begitu memuakkan, semuanya terasa salah.
aku tak bisa percaya pada sipapun, pada apapun.
semuanya menjadi begitu memuakkan.
Dan sebenarnya yang kurasakan paling memuakkan adalah aku.
aku terus bertanya pada diriku sendiri, apa yang salah??
ya Tuhan apa yang terjadi padaku?
hari-hari ini menyesakkan,.
aku bosan,
aku marah,.
aku bahkan tak tahu perasaan marah, sedih, muak atau marah kepada siapa, untuk apa, karena apa??
bagaimana ku selesaikan kalau sebabnya saja aku tak tahu.
Aku sangat muak, marah pada semuanya.

yang ku tahu segalanya sedang tak bersahabat,
segalanya salah, berantakan.
Rutinitas yang membosankan.

Sekarang aku hanya ingin pergi jauh dan menghilang,
dimana tak ada seorangpun yang bisa menemukanku.
tapi ku tahu aku tak bisa.
perasaan muak ini sungguh memuakkan.
heran, kenapa aku tak bisa menangis seperti orang-orang lainnya,
sepertinya mereka yang tampak lega sekali setelah bisa menangis sejadi-jadinya.
aku ingin, aku sangat ingin menangis seperti yang lainnya, tapi kenapa aku tak bisa.
hanya perasaan tercekat ini yang ku rasakan.

Aku benar-benar ingin mengakhiri ini.
Tolong aku,.
Ya Tuhan, bantulah aku,.
Aku sangat rindu pada diriku sendiri yang pergi menghilang entah kemana, diriku yang tak begini..
Entah sejak kapan perasaan marah, muak dan bosan ini menyusup ke dalam otakku, mempermainkannya,.
Aku muak, aku sangat muak, aku sudah cukup muak.


Rabu, 06 April 2011

20:28 WIB

Minggu, 03 April 2011

34200

Dari begitu banyak pilihan yang ada, aku telah memilihmu,
dengan semua konsekuensinya,
aku tahu aku harus membayar mahal untuk keputusan ku ini..
Berharap kaulah cahaya yang kan temani hari-hari ku..
Kau sendiri tahu kan dia telah mati, padam selamanya,
aq tak bisa berharap apapun lagi darinya..
Mungkin itu karena kehadiranmu,
karena baru saja ku sadari, dia menjadi benar2 mati saat kau telah datang dalam hidup ku..
Mungkin tak adil untuknya, setelah sekian lama, tapi dialah yg memilih untuk mati dan padam selamanya dari kehidupan ku,
mungkin dia begitu karena salah ku juga yang terlalu memforsirnya,
terlalu percaya dan menganggapnya kuat, tapi ternyata tak begitu..
Sekarang kaulah cahaya ku,
berharap ini sampai kelak..
Semoga pilihan ku benar..




Bertahan yang lama ya,
Lampu Kamarku..


Minggu, 03 April 2011
08:53 WIB