Aku tahu aku berhutang sebuah kata maaf.
Kamu berhak marah.
Tapi tolong sedikit saja pahami posisisku di sini.
Aku pernah membuat sebuah janji untuk mereka semua,
Mungkin ini tak adil untukmu.
Tapi aku sadar betul jika ku langgar janji ini,
Mereka semua juga akan marah dan terluka.
Aku akan menyakiti perasaan mereka (lagi),
Dan semua ini tak akan bisa sama seperti dulu..
Tahanlah egomu sebentar..
Cobalah lihat dari posisisku.
Tak pernahkan kau berpikir disini aku juga terluka,
Aku juga tersakiti.
Kau pikir untuk apa??
Aku mencoba menjaga perasaan mereka semua, keluargaku disini..
Aku tak ingin merubah keadaan ini, kebersamaan ini, berusaha tetap seperti ini..
Hmm.. entahlah..
atau mungkin ini hanyalah bualan omong kosong alasan pembenaran tindakan ku
pembenaran untuk hatiku yang memang belum pulih dari sakitnya beberapa waktu yang lalu.
Yang kau bahkan tak mau tahu hal itu dan dengan bagitu cepat meminta ku berubah.
Kau boleh marah padaku sejadi-jadinya,
Kau bisa membenci ku.
Dan selamat, kau berhasil melukai ku.
Ternyata aku memang masih (sangat) tidak peka..
Aku minta maaf.
Aku benar2 minta maaf.
Senin, 22 November 2010,
19:07 WIB